Buku Panduan Pembelajaran Mendalam untuk Guru Antropologi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Daftar Isi
Buku Panduan Pembelajaran Mendalam untuk Guru Antropologi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA/Program Paket C Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2_Berdasarkan proses umpan balik dan penyesuaian dengan regulasi terbaru,
terdapat kebutuhan adanya dokumen yang memandu pendidik dalam menerjemahkan Capaian
Pembelajaran ke dalam pembelajaran di kelas dengan pendekatan pembelajaran mendalam.
Panduan mata pelajaran Antropologi disusun untuk membantu pendidik dan satuan pendidikan
memahami dan menganalisis kemampuan yang esensial dibangun pada murid yang termuat
dalam Capaian Pembelajaran Antropologi.
Kurikulum merupakan salah satu alat bantu utama untuk mewujudkan pendidikan bermutu
untuk semua. Panduan mata pelajaran Antropologi merupakan acuan dalam pembelajaran
intrakurikuler yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mempelajari dan mendiskusikan
lebih dalam isi dari Capaian Pembelajaran Antropologi, untuk kemudian dapat merancang
pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan dan berpusat pada murid
dengan mengakomodasi pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid dalam
mengemukakan gagasan, mampu memilih, menemukan hal yang diminati, mengembangkan
kemampuan, dan mampu memecahkan masalah.
Sebagaimana tertera dalam Standar Proses,
pembelajaran adalah kegiatan belajar yang diselenggarakan dalam suasana belajar; interaktif;
inspiratif; menyenangkan; menantang; memotivasi murid untuk berpartisipasi aktif; dan
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis murid.
Panduan ini berupaya membantu
pendidik memfasilitasi penyelenggaraan pembelajaran yang dapat mewujudkan hal tersebut.
Hal ini tentunya didukung dengan menciptakan iklim satuan pendidikan dan kepemimpinan
kepala satuan pendidikan yang mendukung murid berdaya dan menjadi pelajar sepanjang
hayat.
Panduan Mata Pelajaran Antropologi merupakan dokumen yang berisi penjelasan dari
kemampuan apa saja yang penting dibangun dan dikembangkan berdasarkan Capaian
Pembelajaran Antropologi contoh cara murid menunjukkan ketercapaian kemampuan tersebut,
dan contoh hal-hal yang dapat dilakukan pendidik untuk dapat mendukung ketercapaian
kemampuan murid.
Selain itu, panduan ini juga memberikan contoh alur tujuan pembelajaran
berdasarkan Capaian Pembelajaran dan contoh perencanaan pembelajaran yang dapat
dikembangkan dari alur tujuan pembelajaran tersebut. Panduan ini melengkapi Panduan
Pembelajaran dan Asesmen serta panduan dan buku guru lainnya yang telah diterbitkan terkait
kurikulum, pembelajaran, dan asesmen.
A. Latar Belakang
Pembelajaran Antropologi saat ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain tumpang tindih
materi dengan mata pelajaran lain seperti Sosiologi, beban materi yang terlalu akademik dan
seharusnya berada di ranah perguruan tinggi, serta metode pengajaran yang cenderung
konvensional dan kurang kontekstual dengan kehidupan masyarakat.
Selain itu, pembelajaran
masih minim pengalaman langsung dan belum cukup melatih kepekaan sosial murid terhadap
isu-isu kontemporer, terutama dalam konteks masyarakat multikultural dan digital yang
terus berkembang.
Tantangan lainnya adalah masih banyak pendidik yang belum memiliki
pemahaman mendalam terhadap substansi keilmuan Antropologi sehingga rawan terjadi
miskonsepsi dalam penyampaian materi.
Kondisi ini menyebabkan Antropologi sulit tampil
sebagai ilmu yang aplikatif dan reflektif, padahal potensinya sangat besar dalam membekali
murid memahami kompleksitas sosial budaya masa kini.
Guna mengatasi dengan tantangan tersebut, pembelajaran mendalam menjadi penting untuk
diimplementasikan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas proses belajar dan
hasil belajar murid.
Pembelajaran mendalam menekankan pengalaman belajar yang autentik,
mendorong keterlibatan murid dalam praktik nyata serta mengasah keterampilan berpikir
tingkat tinggi dan kemampuan kolaboratif sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan
relevan dengan tuntutan zaman yang membutuhkan kreativitas dan kemampuan memecahkan
masalah.
Relevansi pembelajaran mendalam terletak pada strategi, metode, materi esensial,
dan media pembelajaran yang kontekstual, seperti pembelajaran berbasis inkuiri, pembelajaran
berbasis projek (project based learning/PjBL), pembelajaran berbasis masalah (problem based
learning/PBL), dan pembelajaran kolaboratif. Materi dalam pembelajaran mendalam hendaknya
disusun berdasarkan kerangka keilmuan (body of knowledge) Antropologi yang esensial pada
Fase F.
Lebih lanjut, mengacu pada dokumen Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua (Kemendikdasmen, 2025), pembelajaran mendalam
merupakan pendekatan yang memuliakan proses belajar secara holistik dan terpadu melalui
olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga dalam suasana belajar yang berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan.
Kerangka kerja PM terdiri atas empat komponen utama, yakni dimensi
profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran, yang
semuanya diarahkan untuk mencapai delapan dimensi profil lulusan, yaitu a) keimanan dan
ketakwaan terhadap Tuhan YME, b) kewargaan, c) penalaran kritis, d) kreativitas, e) kolaborasi, f) kemandirian, g) kesehatan, dan h) komunikasi. Dimensi profil lulusan merupakan kompetensi
utuh yang harus dimiliki oleh setiap murid setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan
pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Antropologi.
B. Tujuan
Panduan ini disusun untuk memandu para pendidik dalam rangka memahami dan menerapkan
mata pelajaran Antropologi pada kurikulum guna menjawab kebutuhan murid sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan dalam pendekatan pembelajaran mendalam.
C. Sasaran
Sasaran panduan ini adalah guru mata pelajaran Antropologi untuk SMA/MA/Program Paket C
Kelas XI dan XII.
D. Struktur Panduan
Panduan struktur mata pelajaran Antropologi Fase F disusun untuk membantu pendidik dalam
mengimplementasikan kurikulum dan mencapai tujuan dengan pendekatan pembelajaran
mendalam.
Dalam panduan ini disajikan strategi perencanaan pembelajaran Antropologi yang
menggembirakan, bermakna, dan mendalam.
Langkah awal yang dilakukan adalah menganalisis Capaian Pembelajaran yang sudah dipetakan
dari materi esensial pada Fase F.
Hasil analisis Capaian Pembelajaran digunakan untuk menyusun
tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang akan dijabarkan dalam perencanaan
pembelajaran hingga rekomendasi asesmennya. Dalam panduan ini juga diberikan contoh
perencanaan pembelajaran pada Fase F serta penjelasan berbagai definisi konsep atau istilah
yang digunakan dalam pembelajaran Antropologi.
E. Baca Online dan Link Download
Silakan Baca Online dan/atau klik Download PDF di sini sekarang juga !
Cek Juga Kumpulan Buku Panduan Pembelajaran Mendalam:

Posting Komentar