CP Geografi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Daftar Isi
Capaian Pembelajaran/CP Geografi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA/Program Paket C Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
A. Rasional
Mata pelajaran Geografi diharapkan dapat mengantarkan murid
mencapai kemampuan mengidentifikasi, memahami, mengelola
dan menganalisis serta mengevaluasi secara keruangan tentang
berbagai fenomena geografi fisik dan sosial, termasuk perubahan
iklim. Berdasarkan kebijakan yang berlaku saat ini, Profil
Lulusan yang diterapkan terdiri atas 8 (delapan) dimensi sebagai
berikut, yaitu (1) Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, (2) Kewargaan, (3) Penalaran Kritis, (4) Kreativitas, (5)
Kolaborasi, (6) Kemandirian, (7) Kesehatan, dan (8) Komunikasi.
Dimensi profil lulusan merupakan kompetensi utuh yang harus
dimiliki oleh setiap murid setelah menyelesaikan pembelajaran
dan pendidikan. Mata pelajaran Geografi memiliki kedudukan
yang penting sebagai salah satu mata pelajaran yang dapat
membentuk profil lulusan dengan menguasai konsep dan teori
ilmu geografi serta memanfaatkan teknologi geospasial. Materi
esensial geografi telah dipilih sedemikian rupa sehingga dapat
secara langsung memberi pemahaman yang baik kepada murid
untuk menguasai dimensi profil lulusan Kewargaan, Penalaran
Kritis, Kreativitas, dan Kesehatan.
Materi esensial mata pelajaran Geografi yang dipelajari murid
memiliki potensi yang besar dalam membentuk profil lulusan.
Kajian geografi yang meliputi litosfer, pedosfer, atmosfer,
hidrosfer, biosfer, dan antroposfer merupakan pengetahuan yang
relevan untuk mempelajari hubungan kausal berbagai gejala dan
peristiwa di permukaan bumi. Konsep geografi menghubungkan
fenomena serta gejala alam dan sosial menjadi suatu gagasan
yang dapat meningkatkan penalaran kritis dan kreativitas murid
untuk mengenali diri dan tempat tinggalnya dalam skala lokal,
nasional, regional, maupun global.
Pada lingkup nasional dan
global, materi esensial geografi diarahkan untuk menganalisis
keuntungan posisi strategis Indonesia secara keruangan (sosial,
ekonomi, dan budaya) dan sumber daya alam sehingga
berkontribusi secara langsung dalam pembentukan rasa cinta
tanah air sebagai bagian dari profil Kewargaan.
Geografi sebagai ilmu yang menjembatani rumpun ilmu alam
dan ilmu sosial merupakan disiplin ilmu dengan karakteristik
yang khas. Kajian geografi tentang fenomena geospasial tidak
dapat dipisahkan dari kajian kehidupan manusia dan makhluk
hidup lainnya. Hal-hal tersebut dikaji secara bersamaan
sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu dan daya tarik bagi
murid untuk belajar. Dengan pembelajaran mendalam, pendidik
dapat mengelaborasi, dan merefleksikan materi geografi untuk
mengembangkan dimensi profil lulusan.
Dengan mempelajari geografi, murid dapat mendeskripsikan,
meneliti, menganalisis, dan menjelaskan berbagai relasi antara
manusia dan alam. Relasi manusia dengan lingkungannya tidak
hanya dikaji dari fenomena yang kasat mata seperti persebaran
lahan pertanian, pemukiman, migrasi penduduk, atau tata
ruang kota, tetapi juga dikaji dari fenomena yang tidak langsung
dapat diamati seperti dampak kerusakan hutan terhadap
berkurangnya plasma nutfah dari tumbuhan obat-obatan dan
pemanasan global yang mengakibatkan peningkatan intensitas
banjir rob di wilayah pesisir.
Kompleksitas relasi antara
lingkungan alam dan kehidupan manusia merupakan masalah
yang perlu diketahui oleh murid. Mereka adalah pewaris masa
depan planet Bumi yang wajib memiliki kesadaran untuk
memelihara Bumi. Hal ini termasuk dalam profil lulusan
Kewargaan.
Dalam mempelajari kompleksitas relasi keruangan antara alam
dan manusia, geografi memiliki tiga pendekatan utama yaitu (1)
analisis spasial; (2) analisis ekologis; dan (3) analisis kompleks
regional.
Ketiga pendekatan tersebut dapat digunakan untuk
memahami hubungan antara berbagai variabel yang
berpengaruh terhadap pola interaksi, interelasi, dan
interdependensi keuangan. Dengan penerapan pembelajaran
mendalam serta pendekatan geografi melalui pembelajaran aktif,
geografi dapat berkontribusi secara signifikan dalam mengatasi
berbagai permasalahan di tingkat lokal, regional, maupun global.
B. Tujuan
Mata pelajaran Geografi bertujuan agar murid dapat:
- memahami wilayah tempat tinggal dan lingkungan sekitar (karakteristik, keunikan, serta persamaan dan perbedaan wilayah);
- memahami proses yang mempengaruhi lingkungan fisik dan sosial;
- memahami interaksi antara fenomena alam dan aktivitas manusia yang berdampak bagi kehidupan;
- memahami dan menggunakan data dan informasi geospasial;
- mengenal cara mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam di lingkungan tempat tinggal dan lingkup nasional; dan 6. menganalisis secara spasial fenomena geografis dalam kehidupan sehari-hari dan menarik manfaat.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Geografi berorientasi pada penguatan keilmuan
geografi dan wawasan kewilayahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia dengan mengedepankan pembentukan karakter,
proses berpikir ilmiah, serta memahami anugerah Tuhan yang
memberikan kelimpahan sumber daya alam dengan ragam
perbedaan wilayah dalam perspektif keruangan.
Bidang ilmu
geografi pada dasarnya mempelajari berbagai komponen fisik
serta makhluk hidup (tumbuhan, hewan, dan manusia) di
permukaan bumi ditinjau dari persamaan dan perbedaan
wilayah yang terbentuk akibat proses interaksi dan interelasi.
Untuk mempermudah mempelajarinya, para ahli geografi
merumuskan berbagai persoalan keruangan (spatial problems)
melalui serangkaian pertanyaan sebagai berikut. Apa jenis
fenomenanya? Kapan terjadinya? Di mana fenomena tersebut
terjadi? Bagaimana dan mengapa fenomena tersebut terjadi di
suatu wilayah dan tidak terjadi di wilayah lain?
Dalam ranah keilmuan, geografi adalah ilmu yang mempelajari
variasi keruangan, proses, dan penyebab perbedaan antara
suatu tempat dengan tempat lain di permukaan bumi.
Dari
perspektif interaksi keruangan, geografi didefinisikan sebagai
ilmu yang mengkaji permukaan bumi dan fenomena kehidupan
yang berada di atasnya serta interaksi di antara keduanya dalam
perspektif spasial yang membentuk pola, struktur, proses, serta
pengorganisasian dalam ruang dan waktu.
Dengan demikian,
geografi dapat ditempatkan sebagai ilmu yang mempelajari
perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi yang perlu
diatur pemanfaatannya agar dapat mendukung kehidupan
berbagai makhluk hidup secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, dalam konteks pendidikan, geografi adalah disiplin
ilmu yang membekali murid dengan pemahaman mendalam tentang interaksi keruangan antara lingkungan dan manusia
melalui analisis spasial dalam rangka perencanaan, pengelolaan,
dan pemanfaatan ruang secara berkelanjutan.
Dari penjelasan
tersebut, mata pelajaran Geografi mudah dipahami karena
mengkaji tentang fenomena keseharian yang dialami murid. Jika
Geografi hanya diajarkan menggunakan metode ceramah, murid
akan merasa bosan dan kurang termotivasi. Materi pelajaran
yang sudah dikenali oleh murid akan lebih tepat jika dipelajari
menggunakan metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan
pemahaman lebih lanjut.
Metode pembelajaran aktif, seperti
diskusi, studi kasus, proyek, dan observasi lapangan akan lebih
efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis
murid-murid.
Mata pelajaran Geografi akan menarik jika pendidik mengajak
murid untuk menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki
sesuai prinsip pembelajaran mendalam.
Pada elemen
pemahaman konsep, secara eksplisit telah dijelaskan bahwa
untuk menganalisis permasalahan atau fenomena geografis,
sebaiknya murid memanfaatkan pengetahuan geografi dan
teknologi geospasial berupa peta, penginderaan jauh, dan Sistem
Informasi Geografis.
Hal ini dapat dilakukan untuk memperoleh
pemahaman yang akurat mengenai pola, proses, dan dinamika
pada wilayah kajian. Selain itu, pada elemen keterampilan
proses juga ditegaskan bahwa pembelajaran diarahkan untuk
mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah. Berikut
ini adalah elemen pada mata pelajaran Geografi dan
deskripsinya.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Geografi adalah
sebagai berikut.
1. Elemen Pemahaman Konsep
Pemahaman konsep merupakan
pemahaman terhadap Geografi yang
berhubungan dengan konsep-konsep
ilmu geografi dan fenomena geografi
keseharian yang bercirikan keruangan,
kewilayahan, dan kebhinekaan. Murid memanfaatkan pengetahuan geografi dan
teknologi geospasial berupa peta,
penginderaan jauh, dan sistem informasi
geografis dalam menganalisis
permasalahan atau fenomena geografis.
Murid mampu memahami keuntungan
dari posisi strategis wilayah Indonesia
dari sisi astronomis, geografis, geologis,
dan pemanfaatan sumber daya alam.
Murid memahami pola keanekaragaman
hayati Indonesia dan dunia. Murid
memahami karakteristik geografi
penduduk di wilayah Indonesia. Murid
memahami perubahan iklim,
kebencanaan, dan lingkungan hidup
sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
kondisi alam Indonesia. Murid juga
memahami peran studi keruangan dalam
menganalisis konsep kewilayahan,
pembangunan, dan kerja sama
antarnegara.
2. Keterampilan Proses
Merupakan elemen yang menekankan
pada tindakan aktif dan kreatif murid
dalam mencari dan menemukan jawaban
melalui pendekatan ilmiah. Pembelajaran
ini berfokus pada pengembangan
keterampilan berpikir kritis dan analitis
sehingga memungkinkan murid
merumuskan dan menyelesaikan
permasalahan secara mandiri. Elemen
keterampilan proses sains meliputi
mengamati fenomena, menanya dengan
cara merumuskan pertanyaan ilmiah,
mengumpulkan data/informasi melalui
observasi, pengukuran, dan/atau kajian
pustaka, mengorganisasikan dan mengklasifikasikan data, menganalisis
data untuk menarik kesimpulan,
mengomunikasikan hasil dalam berbagai
format, merefleksi proses untuk evaluasi,
dan merencanakan pengembangan atau
projek lanjutan yang berorientasi
kewargaan secara kolaboratif.
D. Capaian Pembelajaran
CP Geografi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Pemahaman Konsep
Menganalisis keuntungan dari posisi strategis wilayah
Indonesia dari sisi astronomis, geografis, geologis dan
pemanfaatan sumber daya alam yang ada; memahami pola
keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia; memahami
karakteristik geografi penduduk di wilayah Indonesia;
memahami perubahan iklim, kebencanaan, dan lingkungan
hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kondisi
alam Indonesia; dan memahami kewilayahan dan
pembangunan serta kerja sama antarnegara.
2. Keterampilan Proses
Mengamati fenomena di Indonesia dan/atau dunia untuk
memahami pola dan karakteristik, serta membuat
pertanyaan ilmiah guna menggali informasi secara
mendalam; mengumpulkan data melalui observasi langsung
dan/atau kajian pustaka, mendokumentasikan data secara
sistematis, menganalisis data dengan pendekatan ilmiah,
dan menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab
pertanyaan; mengomunikasikan hasil analisis dalam
berbagai media, seperti peta, grafik, tabel, infografis, dan
aplikasi digital, serta merefleksi proses serta hasil yang
diperoleh untuk menyempurnakan pemahaman dan
merencanakan pengembangan lebih lanjut; dan membuat
projek kolaboratif tentang fenomena geografi di Indonesia dan/atau dunia menggunakan teknologi geospasial.

Posting Komentar