CP Lengkap Pendidikan Agama Hindu Kelas 1-12 Fase A-F SD/SMP/SMA/SMK
Daftar Isi
Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD/Program Paket A Fase A (Kelas 1 dan 2), Fase B (Kelas 3 dan 4), Fase C (Kelas 5 dan 6); SMP/Program Paket B Fase D (Kelas 7, 8, dan 9); dan SMA/SMK/Program Paket C Fase E (Kelas 10), Fase F ( Kelas 11 dan 12) Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 berdasarkan Salinan Lampiran II Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/Kr/2025 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
A. Rasional
Agama Hindu merupakan sumber nilai yang menjadi acuan
moralitas dalam menumbuhkembangkan Sraddha dan Bhakti
serta budi pekerti. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan melalui
Tri Kerangka Dasar agama Hindu, yaitu Tattwa, Susila, dan
Acara yang merujuk pada kitab suci Weda sebagai sumber
ajaran dan sejarah Agama Hindu sebagai refleksi kehidupan
untuk mencapai Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma
sebagai tujuan agama Hindu.
Ajaran agama Hindu berfungsi sebagai kendali bagi umatnya
untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Internalisasi
ajaran-ajaran Hindu dilaksanakan melalui
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk mewujudkan
murid yang cerdas, religius, kolaboratif, dan berdaya saing
selaras dengan dimensi profil lulusan.
Murid sebagai bagian dari warga negara memegang teguh
Dharma Negara dan Dharma Agama sebagai salah satu
landasan penerapan moderasi beragama. Hal ini penting untuk
menguatkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, cinta tanah
air, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung dalam
ajaran-ajaran Hindu.
B. Tujuan
Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
bertujuan agar murid mampu memahami:
- kitab suci Weda sebagai sumber ajaran agama Hindu yang mengedepankan nilai-nilai satyam (kebenaran), siwam (kesucian), dan sundaram (keindahan) dalam kehidupan;
- sraddha dan bhakti sebagai aspek keimanan dan ketakwaan terhadap Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya;
- susila sebagai konsepsi tentang akhlak mulia dalam ajaran agama Hindu untuk menumbuhkembangkan budi pekerti, etika, dan moral sehingga tercipta insan-insan Hindu yang sadhu (bijaksana), siddha (kerja keras), suddha (bersih), dan siddhi (cerdas);
- acara sebagai praktik baik dari Kitab Suci Weda sesuai kearifan lokal Hindu di Indonesia; dan
- sejarah agama Hindu sebagai refleksi untuk membangun kesadaran kolektif guna menumbuhkan kecintaan terhadap agama Hindu dan peninggalannya, serta bangsa dan negara.
C. Karakteristik
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti merupakan mata
pelajaran yang menitikberatkan pada aspek Tattwa yang
mencakup pengetahuan, penumbuhkembangan aspek Susila
yang mencakup sikap dan kepribadian, dan aspek Acara sebagai
bentuk keterampilan melalui praktik-praktik keagamaan yang
bersumber pada ajaran agama Hindu.
Ketiga aspek tersebut merupakan bagian dari Tri Kerangka
Dasar Agama Hindu yang dikembangkan menjadi 5 (lima)
elemen berdasarkan pada rasional dan tujuan mata pelajaran
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Kelima elemen
dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
terdiri dari: Kitab Suci Weda, Sraddha dan Bhakti, Susila, Acara,
dan Sejarah Agama Hindu.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Pendidikan Agama
Hindu dan Budi Pekerti adalah sebagai berikut.
1. Elemen Kitab Suci Weda
Deskripsi: Kitab Suci Weda adalah sumber
ajaran Agama Hindu yang berasal dari wahyu Hyang Widhi
Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Kitab
Suci Weda ini bersifat Sanatana
(abadi) dan Nutana (fleksibel sesuai
kearifan lokal yang ada),
Apauruseya (bukan karangan
manusia), dan Anadi Ananta (tidak
berawal dan tidak berakhir).
Kodifikasi Kitab Suci Weda oleh
Maharsi Wyasa terdiri dari 2 bagian
utama, yaitu Weda Sruti dan Weda
Smerti.
- (1). Weda Sruti Weda Sruti adalah wahyu yang didengarkan secara langsung oleh para maharsi. Weda Sruti terdiri dari kitab Mantra (Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atharwa Weda), Brahmana, Aranyaka, dan Upanisad.
- (2.) Weda Smerti Weda Smerti adalah Weda yang berdasarkan ingatan maharsi dan Bhasya (penjelasan) dari Weda Sruti, yang terdiri dari: Wedangga, Upaweda, dan Nibandha.
2. Elemen Sraddha dan Bhakti
Deskripsi: Sraddha dan Bhakti adalah pokok
keimanan dan ketakwaan Hindu
yang berisi ajaran Tattwa. Dalam
berbagai teks lokal di Indonesia,
istilah Tattwa merujuk pada
prinsip-prinsip kebenaran tertinggi.
Tattwa agama Hindu di Indonesia
merupakan hasil konstruksi dari ajaran filosofis yang terkandung
dalam kitab suci Weda untuk
memperkuat keyakinan umat Hindu
agar memiliki Sraddha dan Bhakti.
3. Elemen Susila
Deskripsi: Susila adalah ajaran etika dan
moralitas dalam Agama Hindu yang
bertujuan untuk mencapai
kebajikan, kedamaian, dan
keharmonisan dalam masyarakat.
Nilai-nilai Susila ini diterapkan
berdasarkan Wiweka, prinsip Tri
Hita Karana, Tri Kaya Parisudha,
Tat Twam Asi, dan Wasudaiwa
Kutumbakam untuk penguatan
moderasi beragama dengan
membangun kepekaan sosial.
4. Elemen Acara
Deskripsi: Acara merupakan praktik
keagamaan Hindu dalam bentuk
Yadnya atau korban suci sesuai
dengan nilai-nilai kearifan lokal
Hindu di Indonesia, misalnya
aktivitas keagamaan, ritual, dan
seni keagamaan yang dilestarikan
sebagai kekayaan budaya bangsa.
5. Elemen Sejarah Agama Hindu
Deskripsi: Sejarah Agama Hindu adalah kajian
tentang peristiwa yang terjadi pada
masa lampau terkait perkembangan
Agama Hindu, peninggalan Hindu,
corak keagamaan Hindu,
perkembangan organisasi
keagamaan Hindu, dan tokoh-tokoh
Hindu yang dapat diteladani.
Nilai-nilai kesejarahan tersebut
dapat dijadikan sebagai refleksi
kehidupan untuk
menumbuhkembangkan kecintaan terhadap agama Hindu, dan
peninggalannya, serta bangsa dan
negara.

Posting Komentar