CP IPA Fase D Kelas 7, 8, 9 SMP/MTs dan Fase E Kelas 10 SMA/MA Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Daftar Isi
CP IPA Fase D Kelas 7, 8, 9 SMP/MTs dan Fase E Kelas 10 SMA/MA Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Pendekatan Pembelajaran Mendalam
A. Rasional
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bidang ilmu yang
mempelajari cara kerja alam semesta dan kontribusinya
terhadap
keberlangsungan
pendekatan-pendekatan
empiris
kehidupan
yang
melalui
dapat
dipertanggungjawabkan. Pemahaman IPA ini dapat mendorong
murid untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum diketahui,
menginvestigasi fenomena-fenomena, membuat prediksi, dan
memecahkan berbagai permasalahan sains yang pada akhirnya
terkait dengan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Pemahaman
murid terhadap IPA menjadi dasar dalam melakukan aksi nyata
untuk berkontribusi positif pada pengembangan diri dan
lingkungannya.
Di dalam kurikulum, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri pada
Fase D dan Fase E. Hal tersebut bertujuan memberikan
kesempatan yang lebih luas pada murid untuk mempelajari
topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, serta
bumi dan antariksa. Pembelajaran IPA melatih sikap ilmiah,
antara lain keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis, analitis,
terbuka, jujur, bertanggung jawab, objektif, tidak mudah putus
asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu mengambil
kesimpulan yang tepat. Pengembangan sikap ilmiah tersebut
menjadi landasan penting bagi murid untuk dapat menerapkan
pemahaman ilmunya dalam berbagai inovasi dan pengembangan teknologi.
IPA sangat terkait dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) karena memberikan dasar pemahaman ilmiah
yang merupakan dasar untuk inovasi dalam teknologi.
Konsep-konsep dalam IPA seperti suhu, energi, gaya, getaran
gelombang dan ekosistem diterapkan dalam berbagai bidang
teknologi seperti rekayasa, kedokteran, pertanian, peralatan
rumah tangga dan lingkungan. Selain itu, IPA juga berhubungan
dengan mata pelajaran lain seperti Matematika dalam
pengolahan data dan kalkulasi ilmiah serta Ilmu Pengetahuan
Sosial dalam memahami dampak sosial dari penerapan
teknologi.
Selain menjadi dasar pengembangan teknologi, IPA juga
berperan sangat besar dalam kehidupan murid sehingga mereka
dapat menjaga keselamatan diri, orang lain, dan alam; mencari
potensi-potensi yang terpendam dari alam, baik yang terbarukan
maupun yang tidak terbarukan; serta membantu manusia
mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah.
Mata pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam
mengembangkan dimensi profil lulusan. Dimensi-dimensi
tersebut meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi,
kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Melalui pembelajaran
IPA, murid tidak hanya mengembangkan pengetahuan ilmiah,
tetapi juga membangun karakter dan keterampilan hidup yang
dapat diterapkan dalam berbagai konteks, baik secara individu
maupun dalam kolaborasi. Dengan pendekatan pembelajaran
mendalam, IPA membantu murid dalam mengembangkan
kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif, serta
memperkuat kapasitas mereka untuk bekerja sama dan
beradaptasi dengan tantangan global.
B. Tujuan
Dengan mempelajari IPA, murid dapat:
- mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga murid terpacu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik bagi kehidupan manusia, dan memahami kontribusi IPA dalam keberlangsungan kehidupan;
- berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, serta mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak;
- melakukan kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah; dan
- mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep di dalam IPA sehingga dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global
C. Karakteristik
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Fase D diajarkan secara
terpadu, sedangkan pada Fase E dapat diajarkan tersendiri
melalui mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi ataupun
terpadu, seperti Fase D. Materi IPA yang diajarkan terpadu pada
Fase E dilaksanakan dengan unit of inquiry, yaitu sebuah projek
untuk menyelesaikan sebuah masalah atau isu lingkungan dari
berbagai sudut pandang baik itu fisika, kimia, dan biologi.
Pendekatan pembelajaran IPA secara terpadu, khususnya pada
Fase D, merupakan pilihan pedagogis yang mendasar. Hal ini
dilandasi oleh hakikat bahwa fenomena alam dan permasalahan
dalam kehidupan nyata bersifat kompleks dan saling terkait,
tidak dapat dipisahkan secara kaku ke dalam kotak-kotak
disiplin ilmu Fisika, Kimia, atau Biologi saja. Sebagai contoh,
untuk memahami isu perubahan iklim, murid perlu
menghubungkan konsep fisika tentang kalor, konsep kimia
tentang gas rumah kaca, dan konsep biologi tentang ekosistem.
Dengan demikian, pembelajaran terpadu mendorong murid
untuk membangun pemahaman yang holistik dan bermakna,
serta melatih kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan
solutif dalam menghadapi tantangan dunia nyata yang autentik.
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA, yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses. Dalam melaksanakan
pembelajaran, keterampilan proses adalah cara yang dilakukan
untuk memperoleh pemahaman IPA sehingga pemahaman dan
keterampilan proses ini disampaikan dalam satu kesatuan yang
utuh dan tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran
terpisah.
D. Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA adalah sebagai
berikut.
1. Elemen Pemahaman IPA
Deskripsi: Kompetensi yang diperoleh murid
melalui proses pengalaman belajar
yang menekankan proses memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi fakta,
konsep, prinsip, hukum, teori dan
model pada materi makhluk hidup dan
lingkungannya, zat dan sifatnya,
energi dan perubahannya, gelombang,
serta bumi dan antariksa, yang sesuai
untuk menjelaskan dan memprediksi
fenomena serta menerapkannya pada
situasi baru.
2. Elemen Keterampilan Proses
Deskripsi: Keterampilan yang dilatihkan untuk
mencapai pemahaman IPA, yang pada
praktiknya diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran. Keterampilan tersebut
meliputi keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses,
menganalisis data dan informasi;
mengevaluasi dan refleksi; serta
mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah,
melainkan suatu siklus yang dinamis
yang dapat disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan murid.

Posting Komentar