CP Bahasa Indonesia Jenjang SD/SMP/SMA Kelas 1-12 Semester 1-2 Fase A-F Lengkap
Daftar Isi
Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SD/MI/Program Paket A Fase A (Kelas 1 dan 2), Fase B (Kelas 3 dan 4), Fase C (Kelas 5 dan 6); SMP/MTs/Program Paket B Fase D (Kelas 7, 8, dan 9); dan SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C Fase E (Kelas 10), Fase F ( Kelas 11 dan 12) Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam berdasarkan Salinan Lampiran II Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
A. Rasional
Bahasa Indonesia dalam skala internasional diakui sebagai
bahasa resmi ke-10 dalam Sidang Umum UNESCO sejak 20
November 2023. Selain itu, perkembangan pembelajaran Bahasa
Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di luar negeri cukup
menggembirakan. BIPA tersebar di 56 negara di dunia. Dalam
era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang
pesat, kemampuan berbahasa dan bernalar menjadi kompetensi
kunci yang diperlukan untuk menghadapi disrupsi dan
perubahan sosial budaya. Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa
Indonesia menjadi kompetensi kunci yang sangat diperlukan.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah disiplin ilmu yang
mengembangkan kemampuan murid dalam berkomunikasi
secara kritis, kreatif, dan komunikatif baik lisan maupun tertulis
dalam berbagai konteks kehidupan. Mata pelajaran ini juga
diharapkan membantu murid mengaplikasikan keterampilan berbahasa dalam berbagai tujuan dan konteks kehidupan
sekaligus mengukuhkan pengembangan identitas nasional,
multilingualisme, dan relevansi global.
Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan
fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang kajian, bidang
kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan
literasi. Literasi menjadi kemampuan dan praktik sosial yang
digunakan untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat.
Dengan
demikian,
pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan
pembelajaran yang menguatkan kemampuan literasi dan praktik
sosial untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks
sosial budaya Indonesia. Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa
Indonesia berhubungan dengan semua mata pelajaran lain
karena Bahasa Indonesia menjadi penghela untuk semua mata
pelajaran. Integrasi lintas-disiplin (interdisciplinary learning)
antara Bahasa Indonesia dengan mata pelajaran lain semakin
nyata.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia mendukung
pemahaman konsep mata pelajaran lainnya.
Pemanfaatan
teknologi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pelajaran
lainnya sangat diperlukan. Penggunaan teks digital dalam
pembelajaran, literasi media dan informasi di era digital,
integrasi teknologi dalam analisis teks dan penulisan menjadi
kajian yang penting saat ini.
Keterampilan-berbahasa, apresiasi
dan ekspresi seni melalui sastra, dan komunikasi ilmiah melalui
keterampilan menyusun argumen dan laporan akan sangat
mendukung penguatan karakter dan penguasaan IPTEKS.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai dasar filosofi yang
terdapat dalam Sumpah Pemuda butir ketiga (3) yang
menyatakan, “menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia“.
Hal ini bermakna bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa
utama di Indonesia. Secara implisit, ada juga pengakuan
terhadap keberadaan ratusan bahasa daerah yang memiliki hak
hidup dan peluang penggunaan bahasa asing sesuai dengan
keperluannya. Butir ini menegaskan pentingnya pembelajaran
berbahasa dalam pendidikan nasional.
Selain itu, Bahasa
Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi nasional, tetapi
juga simbol identitas dan pemersatu bangsa dalam keragaman budaya dan bahasa daerah. Hal ini menunjukkan nilai-nilai
kebangsaan dan demokrasi yang terkandung dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
Secara umum, pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia adalah pembelajaran mendalam.
Secara khusus, mata pelajaran Bahasa Indonesia juga
menggunakan pendekatan pedagogi genre.
Pendekatan ini
memiliki empat tahapan, yaitu yaitu penjelasan (explaining,
building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint
construction), dan pemandirian (independent construction).
Di
samping Selain pembelajaran mendalam dan pedagogi genre,
pembelajaran Bahasa Indonesia dapat juga disampaikan dengan
pendekatan lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran
tertentu.
Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa
Indonesia dalam pembelajaran mendalam akan membentuk
“Delapan Dimensi Profil Lulusan” yang akan dicapai murid yang
terdiri atas: (1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME,
(2) kewargaan, (3) kreativitas, (4) penalaran kritis, (5) kolaborasi,
(6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.
B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk
mengembangkan:
- kemampuan berkomunikasi secara efektif dan santun;
- sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Republik Indonesia;
- kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio dan audiovisual) untuk berbagai tujuan dan konteks;
- kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar) dalam belajar dan bekerja;
- kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, sehat mental dan fisik, mandiri, bergotong-royong, serta bertanggung jawab;
- pemahaman tentang kaidah tata bahasa, kosakata, sastra, dan budaya Indonesia;
- kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
- kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan
berbahasa reseptif (menyimak, membaca, dan memirsa) dan
keterampilan
berbahasa
produktif
(berbicara
dan
mempresentasikan, serta menulis). Kompetensi berbahasa ini
berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan saling
mendukung untuk mengembangkan kompetensi murid, yaitu
bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan), sastra
(kemampuan
memahami,
mengapresiasi,
menanggapi,
menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis,
kreatif, dan imajinatif).
Kemampuan reseptif dan produktif dikembangkan saling
berkaitan. Keterkaitan ini dikembangkan dalam proses
pembelajaran dengan gambaran sebagai berikut:
- murid perlu dilibatkan dalam interaksi verbal (percakapan dan diskusi) yang didasarkan pada pemahamannya tentang teks, mengapresiasi estetika teks dan nilai budayanya, serta proses, mencipta teks;
- murid juga perlu diberi kesempatan untuk membaca teks dalam beragam format (atau yang dikenal dengan teks multimodal (teks tertulis, teks audio, teks audiovisual, teks digital, dan teks kinestetik) serta beragam konten dan genre; dan
- murid memiliki pengetahuan tentang tata bahasa bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta cara penggunaannya yang efektif untuk mendukung kompetensi berbahasa. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal.
D. Elemen Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Elemen mapel Bahasa Indonesia terdiri dari 4 elemen yakni menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis. Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Bahasa Indonesia
adalah sebagai berikut.
1. Elemen Menyimak
Deskripsi: Kemampuan murid dalam menerima,
memahami informasi yang didengar,
dan menyiapkan tanggapan secara
relevan untuk memberikan apresiasi
kepada mitra tutur. Proses yang
terjadi dalam menyimak mencakup
kegiatan seperti mendengarkan,
mengidentifikasi, memahami,
menginterpretasi tuturan bahasa,
memaknai, dan/atau menyiapkan
tanggapan terhadap mitra tutur.
Komponen-komponen yang dapat
dikembangkan dalam menyimak di
antaranya kepekaan terhadap bunyi
bahasa, sistem isyarat, kosakata,
struktur bahasa (tata bahasa),
makna, dan metakognisi.
2. Elemen Membaca dan Memirsa
Deskripsi: Membaca merupakan kemampuan
murid untuk memahami, memaknai,
menginterpretasi, dan merefleksi teks
sesuai tujuan dan kepentingannya
untuk mengembangkan
pengetahuan, keterampilan, dan
potensi. Memirsa merupakan
kemampuan untuk memahami,
memaknai, menginterpretasi, dan
merefleksi sajian visual dan/atau
audiovisual sesuai tujuan dan
kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan potensi murid.
Komponen-komponen yang dapat
dikembangkan dalam membaca dan
memirsa di antaranya kepekaan
terhadap fonem, huruf, sistem
isyarat, kosakata, struktur bahasa
(tata bahasa), makna, dan
metakognisi.
3. Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Deskripsi: Berbicara merupakan kemampuan
menyampaikan gagasan, tanggapan,
dan perasaan dalam bentuk lisan.
Mempresentasikan merupakan
kemampuan memaparkan gagasan
atau tanggapan secara fasih, akurat,
bertanggung jawab, dan/atau
menyampaikan perasaan sesuai
konteks dengan cara yang
komunikatif melalui beragam media
(visual, digital, audio, dan
audiovisual). Komponen-komponen
yang dapat dikembangkan dalam
berbicara dan mempresentasikan di
antaranya kepekaan terhadap bunyi
bahasa, sistem isyarat, kosakata,
struktur bahasa (tata bahasa),
makna, dan metakognisi.
4. Elemen Menulis
Kemampuan menyampaikan gagasan,
tanggapan, dan perasaan dalam
bentuk tulis secara fasih, akurat,
bertanggung jawab, dan sesuai
konteks. Komponen-komponen yang
dapat dikembangkan dalam menulis
di antaranya menerapkan
penggunaan ejaan, kata, kalimat, dan
paragraf, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi
dalam beragam tipe teks.

Posting Komentar