CP Sejarah Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Daftar Isi
Capaian Pembelajaran Sejarah Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
A. Rasional
Mata pelajaran Sejarah merupakan mata pelajaran yang
mengkaji kehidupan manusia dalam ruang dan waktu,
mencakup berbagai peristiwa sejarah yang terjadi dalam
kehidupan bangsa Indonesia. Mata pelajaran Sejarah difokuskan
pada substansi sejarah Indonesia dengan perspektif Indonesia
sentris yang direkonstruksi dan dikembangkan dari perjalanan
sejarah kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari masa kerajaan
sampai
reformasi.
Mata
pelajaran
sejarah
dalam
pembelajarannya bercirikan diakronis (kronologis), sinkronis,
tematik, multidisipliner, konektivitas, dan secara khusus dapat
dikaitkan dengan sejarah lokal maupun sejarah dunia.
Kesadaran sejarah mengenai ke-Indonesia-an wajib ada dalam
diri segenap bangsa Indonesia, yakni kesadaran akan fakta
bahwa kita berangkat dari perjalanan sejarah bangsa yang sama. Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada berbagai
periode dan daerah di Indonesia menjadi pengikat rasa
persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa.
Pengalaman
sejarah Indonesia merupakan perjalanan panjang melintasi
ruang dan waktu, yang di dalamnya banyak terkandung
pelajaran bermakna.
Perjalanan sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh berbagai
peristiwa sejarah lokal yang terjadi di daerah-daerah mulai dari
Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara,
Maluku, dan Papua.
Perjalanan sejarah Indonesia juga
dipengaruhi oleh berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di
dunia, mulai dari Peradaban-peradaban besar dunia, hingga
peristiwa kontemporer dunia sampai abad-21.
Transformasi pengetahuan atas sejarah masa lalu sangat
penting untuk dikontekstualisasikan dalam kehidupan kekinian
dan sebagai bahan proyeksi ke masa depan dalam memperkuat
jati diri bangsa Indonesia dalam dimensi lokal, nasional, dan
global.
Mata pelajaran Sejarah disampaikan secara komprehensif,
multidimensional, menggunakan berbagai model, metode, dan
media pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi serta
memotivasi murid. Mata pelajaran Sejarah melatih murid untuk
belajar berpikir kritis, belajar merasakan, belajar berempati,
belajar merefleksi serta belajar berkarya.
Di samping itu, mata
pelajaran Sejarah juga membuat murid menjadi arif dan
bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan dalam
menghadapi masa depan berdasarkan pengalaman belajar
sejarah dan belajar dari sejarah. Secara progresif mata pelajaran
Sejarah
diarahkan
untuk
mengkontekstualisasikan
peristiwa-peristiwa di masa lalu dalam kehidupan masa kini dan
dapat dipergunakan untuk memprediksi dan mengantisipasi
tantangan kehidupan di masa depan.
Muara pembelajaran
sejarah berorientasi pada keterampilan berpikir sejarah yang
mendorong lahirnya manusia Indonesia dengan kesadaran
sejarah serta selaras dengan dimensi profil lulusan yaitu
keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan,
penalaran
kritis,
kreativitas,
kolaborasi,
kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
B. Tujuan
Tujuan mata pelajaran Sejarah antara lain:
- menumbuhkembangkan kesadaran sejarah;
- menumbuhkembangkan pemahaman tentang dimensi manusia (menggali pemikiran, motif, dan tindakan), dimensi ruang (menghubungkan antara peristiwa nasional, lokal, dan global) dan dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang) dengan melihat pola perkembangan, keberulangan;
- perubahan, keberlanjutan, atau menumbuhkembangkan pemahaman tentang diri sendiri dan pemahaman kolektif sebagai bangsa Indonesia dengan delapan dimensi profil lulusan yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
- melatih kecakapan berpikir sejarah; diakronis (kronologis), sinkronis, kausalitas, imajinatif, kritis, kreatif, reflektif, dan kontekstual dalam mengambil keputusan masa kini dan masa depan berdasarkan fakta sejarah;
- melatih keterampilan inkuiri melalui tahapan penelitian sejarah (heuristik, kritik, interpretasi/penafsiran, dan penulisan sejarah (historiografi) dalam proses belajar; dan
- memiliki kemampuan literasi sejarah dalam mengkritisi dan menyajikan informasi sejarah secara lisan, tulisan, dan/atau media lain, dan dalam bentuk digital atau nondigital.
C. Karakteristik
Karakteristik mata pelajaran Sejarah yang paling esensial adalah
mempelajari peristiwa yang terjadi dalam kehidupan bangsa
Indonesia, secara saintifik dan kritis menggunakan konsep dasar
ilmu sejarah. Mata pelajaran sejarah berorientasi pada sejarah
Indonesia dengan perspektif Indonesia sentris.
Mata pelajaran sejarah mengaitkan antara sejarah Indonesia dalam lingkup
nasional, dengan sejarah lokal yang terjadi di daerah-daerah,
dan sejarah dunia secara global.
Mata pelajaran sejarah juga
menghubungkan antara berbagai peristiwa sejarah yang terjadi
pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
Mata
pelajaran sejarah memberikan pelajaran bermakna dari masa
lalu, agar manusia bisa mengenal identitas bangsanya,
mencintai tanah airnya, serta menjadi pribadi yang arif dan
bijaksana dalam membuat dan mengambil keputusan.
Pada Fase F, murid mempelajari berbagai peristiwa sejarah yang
terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia sebagai materi
lanjutan Fase E (mata pelajaran IPS). Penekanan substansi
diarahkan pada perjalanan sejarah Indonesia mulai dari
penjajahan bangsa Barat, perlawanan rakyat daerah terhadap
penjajah, pergerakan kebangsaan Indonesia, pendudukan
Jepang, proklamasi kemerdekaan Indonesia, mempertahankan
kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Sukarno, pemerintahan
Suharto, dan reformasi.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Sejarah adalah
sebagai berikut.
1. Elemen Pemahaman Konsep
Deskripsi: Murid memahami berbagai peristiwa
sejarah dalam kehidupan bangsa
Indonesia pada masa penjajahan
bangsa Barat, perlawanan rakyat
daerah terhadap penjajah, pergerakan
kebangsaan Indonesia, pendudukan
Jepang, proklamasi kemerdekaan
Indonesia, mempertahankan
kemerdekaan Indonesia, pemerintahan
Sukarno, pemerintahan Suharto, dan
reformasi menggunakan konsep dasar
ilmu sejarah.
2. Keterampilan Proses
Deskripsi: Secara umum murid menerapkan
proses berpikir sejarah, melakukan
literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah
melalui proses inkuiri (mengamati
fenomena sejarah menanya,
mengumpulkan sumber (heuristik),
menganalisis informasi, menafsirkan,
dan menarik kesimpulan) serta
mengomunikasikan hasil belajar
sejarah secara lisan, tulisan, dan/atau
media lain, dalam bentuk digital atau
nondigital. Secara spesifik
keterampilan proses belajar sejarah
mencakup keterampilan berpikir
diakronis (kronologis), berpikir
sinkronis, berpikir kritis, kemampuan
riset dan literasi sejarah, berempati,
dan menemukan kebermaknaan
(signifikansi) sejarah serta mengambil
keputusan terbaik untuk masa depan.
D. Capaian Pembelajaran
CP Sejarah Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, murid mampu memiliki kemampuan sebagai
berikut:
1. Pemahaman Konsep
Menjelaskan sejarah pada Masa Penjajahan Bangsa Barat,
Perlawanan Rakyat Daerah Terhadap Penjajah, Pergerakan
Kebangsaan Indonesia, Pendudukan Jepang, Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia, Mempertahankan Kemerdekaan
Indonesia,
Masa
Pemerintahan
Sukarno,
Masa
Pemerintahan Suharto, dan Reformasi; menerapkan proses
berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian
sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui
proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang
terkandung
dalam
sejarah
untuk
dapat
dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang.
2. Keterampilan Proses
Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar
sejarah
mencakup keterampilan berpikir diakronis
(kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan
interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi
sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan
keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah.
Secara umum keterampilan proses pada mata pelajaran Sejarah dilakukan dengan cara berikut.
●
Mengamati: murid mencermati fenomena sejarah
terkait materi pelajaran.
●
Menanya: murid menyusun pertanyaan tentang hal
yang ingin diketahui dan masalah yang sedang
diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa, siapa, kapan,
dimana,
mengapa,
dan
bagaimana)
memperkirakan jawaban atas pertanyaan.
dan
●
Mengumpulkan informasi (heuristik): murid mencari
informasi dari sumber sejarah (sumber primer dan
sekunder)
melalui
studi
pustaka,
studi
dokumen/arsip, wawancara, observasi, kuesioner, dan
lain-lain.
●
Menganalisis informasi (kritik sumber): murid
menyeleksi sumber, memverifikasi, triangulasi/cek
silang
akurasi
data
dan
fakta
sejarah,
menginterpretasi/ menafsirkan data dan fakta sejarah.
●
Menarik kesimpulan: murid menarasikan temuan hasil
investigasi terhadap permasalahan terkait materi
pelajaran Sejarah.
●
Mengomunikasikan: murid menyajikan informasi
sejarah secara lisan, tulisan, dan/atau media lain,
dalam bentuk digital atau nondigital.
●
Merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan
secara kolaboratif: murid mengevaluasi pengalaman
belajar dan merencanakan projek lanjutan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.

Posting Komentar