CP IPS Fase D Kelas 7, 8, dan 9 SMP/MTs Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2

Daftar Isi

Capaian Pembelajaran IPS Fase D Kelas 7, 8, dan 9 SMP/MTs Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2_Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Fase D jenjang SMP/MTs dalam Kurikulum Merdeka bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman menyeluruh tentang kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan geografis masyarakat. Pada kelas 7, 8, dan 9, peserta didik diarahkan untuk memahami dinamika perubahan sosial serta keterkaitannya dengan lingkungan sekitar, bangsa, dan dunia global. Capaian Pembelajaran (CP) IPS Fase D menjadi acuan penting dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan bermakna bagi peserta didik.

CP IPS Fase D Kelas 7, 8, dan 9 SMP/MTs/Program Paket B Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam pembelajaran IPS menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam mengkaji fenomena sosial secara kritis dan reflektif. Melalui analisis peristiwa sejarah, kajian interaksi manusia dengan lingkungan, serta pemahaman proses ekonomi dan sosial, peserta didik diajak untuk berpikir analitis, logis, dan empatik. Pembelajaran IPS tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan menalar sebab-akibat, mengambil keputusan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Capaian Pembelajaran IPS Fase D Semester 1 dan 2 mencakup pemahaman konsep dan keterampilan proses yang terintegrasi secara bertahap dari kelas 7 hingga kelas 9. Dengan demikian, pembelajaran IPS diharapkan mampu membentuk murid yang memiliki kesadaran sosial, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat di era global.

CP IPS Fase D Kelas 7, 8, dan 9 SMP/MTs/Program Paket B Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2

1. Fase D (Umumnya untuk kelas VII, VIII, IX SMP/MTs/Program Paket B) 

Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

1.1. Pemahaman Konsep
Menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional, dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga keuangan, perdagangan internasional; menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju; mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara.

1.2. Keterampilan Proses
Menerapkan pemahaman konsep melalui pendekatan keterampilan proses dengan cara mengamati fenomena dan peristiwa secara sistematis dengan menggunakan pancaindra serta menemukan persamaan dan perbedaannya; menanya dengan panduan pendidik, mengajukan pertanyaan untuk menggali dan klarifikasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan memprediksinya; mengumpulkan informasi secara berkolaborasi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi dengan sumber primer, dan mendokumentasikannya; berkolaborasi, mengolah informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu; menguji dan menerapkan konsep melalui eksperimen, simulasi, studi kasus, atau situasi nyata untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan; mengevaluasi dan merefleksi serta melakukan perbaikan untuk menarik simpulan hasil penyelidikan dengan tepat; mengomunikasikan dan menyajikan hasil penyelidikan dengan menggunakan media informasi yang tepat; dan menyusun rencana tidak lanjut dari hasil penyelidikan yang telah dihasilkan secara kolaboratif.

Posting Komentar