CP Pendidikan Agama Katolik SD/SMP/SMA/SMK Kelas 1-12 Fase A-F Lengkap
Daftar Isi
Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD/Program Paket A Fase A (Kelas 1 dan 2), Fase B (Kelas 3 dan 4), Fase C (Kelas 5 dan 6); SMP/Program Paket B Fase D (Kelas 7, 8, dan 9); dan SMA/SMK/Program Paket C Fase E (Kelas 10), Fase F ( Kelas 11 dan 12) berdasarkan Salinan Lampiran II Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/Kr/2025 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
A. Rasional
Tugas pendidikan, pada umumnya termasuk pendidikan iman,
merupakan tanggung jawab utama dan pertama orang tua di
dalam keluarga. Dalam keluarga, anak-anak, sebagai pribadi,
mendapat pengalaman pertama tentang pengenalan Yesus dan
berbakti kepada Allah, kasih sayang kepada sesama dalam
gereja dan masyarakat umum (bdk. Deklarasi Gravissimum
Educationis Art.) 3). Pengalaman iman dan pengalaman
nilai-nilai baik ini akan lebih terstruktur dalam kegiatan
pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan dan lingkungan
gereja sebagai umat Allah. Pendidikan iman Katolik dalam
lingkungan satuan pendidikan diintegrasikan dalam mata
pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.
Negara menjamin pelaksanaan Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti di satuan pendidikan sesuai dengan agama dan
kepercayaan yang dianut oleh murid. Oleh karena itu, pelajaran
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti bukan saja
mengantarkan murid untuk memiliki pengetahuan agama dan
keterampilan dalam perilaku agama, melainkan juga mengajak
murid untuk makin memiliki sikap sebagai orang beriman yang
senantiasa bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan
sekaligus bersikap baik, jujur, berakhlak mulia, dan penuh
kasih sayang kepada sesama.
Dengan cara-cara seperti itu,
murid telah belajar hidup beriman menurut pola Yesus Kristus.
Hidup beriman menurut pola Yesus Kristus dalam Agama
Katolik selalu bersumber dari kitab suci, tradisi suci, dan kuasa
mengajar gereja (Magisterium).
Semua sumber ajaran itu perlu
dikembangkan yang bertolak dari pengalaman murid,
tokoh-tokoh umat, dan berbagai pengalaman gereja sebagai
umat Allah, bahkan dari pengalaman-pengalaman umat
beragama lain. Oleh karena itu, kurikulum mata pelajaran
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti disusun secara
teratur
dan berkesinambungan berdasarkan fase-fase pencapaian kompetensi murid dari fase A sampai dengan fase F.
Pada
setiap
fase,
murid
mempunyai
kesempatan
mengembangkan ketakwaan menurut iman gereja Katolik.
Dengan cara ini, murid mencapai kedewasaan iman.
Kedewasaan dalam iman akan memudahkan murid dalam
menghargai sesama yang seagama dan yang beragama atau
berkepercayaan lain. Sikap seperti inilah yang mencerminkan
moderasi beragama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk
dari segi budaya, suku, dan agama. Dengan demikian, akan
terwujud cita-cita persatuan nasional dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
B. Tujuan
Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
bertujuan agar murid:
- memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup yang makin berakhlak mulia menurut ajaran iman Katolik;
- membangun hidup menurut iman kristiani dengan sikap setia kepada Yesus Kristus, dan Injil-Nya tentang Kerajaan Allah, yang menggambarkan situasi dan peristiwa penyelamatan, perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, dan pelestarian lingkungan hidup; dan
- menjadi manusia yang berkarakter mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global sesuai dengan tata nilai menurut pola hidup Yesus Kristus.
C. Karakteristik
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti berusaha
memperkenalkan Allah yang Maha Kuasa dan Maha Rahim
dalam diri Yesus Kristus kepada murid tingkat dasar dan
menengah agar mereka menjadi manusia beriman.
Usaha ini
dilakukan fase demi fase dalam capaian pembelajaran melalui
pendalaman materi-materi esensial yang terwujud dalam empat
elemen, yaitu pribadi peserta didik, Yesus Kristus, gereja, dan
masyarakat.
Tujuannya agar murid dapat menerima Yesus
Kristus melalui ungkapan iman dalam doa-doa, ibadat, dan perayaan sakramen-sakramen. Murid mewujudkan iman dalam
hidup bermasyarakat yang beraneka ragam budaya, suku, dan
agama, berakhlak mulia demi mempertahankan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Elemen dan Deskripsi elemen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Pendidikan Agama
Katolik dan Budi Pekerti adalah sebagai berikut.
1. Elemen Pribadi Peserta Didik
Deskripsi: Elemen ini membahas tentang diri
peserta didik yang diciptakan secitra
dengan Allah sebagai laki-laki atau
perempuan yang memiliki
kemampuan dan keterbatasan, yang
dipanggil untuk membangun relasi
dengan sesama serta lingkungannya
sesuai dengan ajaran iman Katolik
agar peserta didik menjadi pribadi
yang tangguh imannya di tengah
masyarakat.
2. Elemen Yesus Kristus
Deskripsi: Elemen ini membahas tentang
pribadi Yesus Kristus yang
mewartakan Injil Kerajaan Allah,
seperti yang terungkap dalam Kitab
Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru, agar murid berelasi dengan
Yesus Kristus dan meneladani cara
hidup-Nya dalam kehidupan
bersama orang lain.
3. Elemen Gereja
Deskripsi: Elemen ini membahas tentang
Gereja sebagai umat Allah dengan
memahami struktur dan
perwujudannya dalam kehidupan
sebagai anggota masyarakat agar
murid mampu mewujudkan
kehidupan menggereja.
4. Elemen Masyarakat
Deskripsi: Elemen ini membahas tentang
masyarakat sebagai kelompok sosial
yang terdiri atas pribadi-pribadi yang unik, dan sebagai lingkup
pergaulan yang dapat memengaruhi
dirinya untuk makin dewasa dalam
berpikir dan bertindak agar murid
tetap bersikap dan berakhlak mulia
sesuai ajaran agama Katolik.
Pemahaman terhadap keempat elemen capaian pembelajaran
tersebut merupakan dasar dalam menghayati, mengungkapkan
iman Katolik, dan mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Posting Komentar