CP IPS Fase D Kelas 7, 8, 9 SMP/MTs dan Fase E Kelas 10 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Daftar Isi
CP IPS Fase D Kelas 7, 8, 9 SMP/MTs dan Fase E Kelas 10 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
A. Rasional
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam
membentuk individu yang sadar akan kompleksitas kehidupan
sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Upaya yang dilakukan
adalah
menggunakan pendekatan pembelajaran yang
menekankan pengalaman belajar memahami, merefleksi, dan
mengaplikasi. Murid tidak hanya mengenali konsep-konsep
sosial, tetapi juga mengembangkan kemampuan keterampilan
berpikir kritis, reflektif, kreatif dan analitis serta menyelesaikan
berbagai permasalahan sosial dalam kehidupan nyata, sehingga
murid dapat menafsirkan realitas sosial secara komprehensif
dan mengambil keputusan yang tepat.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran
penting yang sangat relevan untuk mempersiapkan dan
mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan, karakter sosial yang kuat, melalui delapan dimensi profil lulusan dalam
pembelajaran yang dapat mendorong murid untuk berpartisipasi
aktif dalam bermasyarakat, menghargai perbedaan, dan
berinovasi dalam menghadapi tantangan baik tingkat lokal
maupun global. Selain itu dalam pembelajaran IPS, murid
diajarkan tentang keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
melalui pemahaman nilai moral dan etika dalam kehidupan
sosial, seperti berbuat adil dan menghormati keberagaman,
murid juga dilatih menjadi warga negara yang peduli dengan
lingkungan dan sesama melalui proyek layanan masyarakat.
Kreativitas murid diasah dengan mengembangkan ide untuk
mengatasi masalah sosial, sementara kemandirian murid
ditingkatkan dengan mencari solusi terhadap isu di sekitar.
Kemampuan komunikasi diperkuat melalui diskusi kelompok
yang mendorong penyampaian pendapat dengan jelas dan sikap
saling mendengarkan. Murid belajar menyadari pentingnya
kesehatan yang ditanamkan melalui pemahaman faktor sosial
dan ekonomi yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat,
serta partisipasi dalam kampanye hidup sehat. Dalam hal ini
kolaborasi menjadi bagian penting dalam proyek kelompok,
misalnya murid diajak untuk melakukan kegiatan seperti
pemeriksaan kesehatan, penyuluhan pola hidup bersih, atau
menyusun menu makan sehat dan bergizi secara kelompok.
Selain itu, murid dilatih berpikir kritis dengan menganalisis
berita dan memverifikasi informasi di era big data sebelum
menyebarkannya, sehingga murid menjadi konsumen informasi
yang bijak.
Pembelajaran IPS perlu dirancang dengan pendekatan
pembelajaran berkesadaran di mana murid diajak untuk
memahami pentingnya materi yang dipelajari dan menyadari
relevansinya
dalam kehidupan. Melalui pembelajaran
menggembirakan murid juga dapat mengalami proses
pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif, sehingga
meningkatkan motivasi serta keterlibatan aktif murid.
Sementara itu, pembelajaran bermakna memastikan bahwa
materi yang dipelajari murid tidak hanya memahami teori, tetapi
juga mampu menghubungkannya dengan praktik kehidupan nyata serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan
demikian, pembelajaran IPS mampu mengasah kecerdasan
intelektual yang dapat membentuk individu yang bijaksana
dalam bertindak serta memperkaya wawasan murid .
Secara filosofis, IPS berpijak pada pandangan bahwa manusia
adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dalam sistem
yang dinamis. Interaksi ini terus berkembang akibat berbagai
faktor, seperti kemajuan teknologi, perubahan kebijakan, serta
dinamika ekonomi dan budaya. Oleh karena itu, IPS
menekankan pemahaman hubungan kausal dalam kehidupan
sosial serta peran individu dan kelompok dalam membangun
masyarakat yang berkeadaban.
Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, IPS
juga berkaitan erat dengan perubahan sosial yang sering kali
dipengaruhi oleh inovasi sains dan teknologi, seperti revolusi
industri yang mengubah sistem ekonomi dan ketenagakerjaan,
serta kecerdasan Artifisial dan digitalisasi yang mempengaruhi
pola komunikasi dan interaksi sosial serta mengajarkan
perkembangan teknologi dengan mengkaji dampaknya terhadap
tatanan
sosial,
kemanusiaan.
kebijakan
ekonomi,
serta
nilai-nilai
Sebagai bidang kajian interdisipliner, IPS memiliki keterkaitan
erat dengan berbagai disiplin ilmu. Geografi memberikan
wawasan tentang hubungan manusia dengan ruang, lingkungan,
serta sumber daya alam.
Ekonomi membekali murid dengan
pemahaman tentang keuangan, mekanisme pasar, dan dampak
kebijakan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat, serta
aktivitas ekonomi dari era Revolusi Industri 1.0 sampai dengan
era digital. Sosiologi memahami norma, nilai sosial, perubahan
sosial di masyarakat. Antropologi menekankan pada keragaman
budaya di masyarakat. Sejarah membantu memahami dinamika
peradaban dan perubahan sosial dari waktu ke waktu.
Sementara itu, politik dan hukum memberikan wawasan tentang
peran kebijakan pemerintah dan sistem hukum dalam
membentuk kehidupan sosial. Dengan pendekatan komprehensif
ini, IPS menjadi mata pelajaran yang membekali murid dengan wawasan luas, keterampilan analitis, serta kesadaran sosial
yang mendalam.
B. Tujuan
Tujuan mata pelajaran IPS adalah agar murid mampu
memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat, serta dapat mengaplikasikan dan merefleksikan
pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, mata pelajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan
keterampilan berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif
di tengah perkembangan global, sehingga murid dapat berperan
aktif
dalam menyelesaikan permasalahan sosial serta
berkontribusi positif bagi masyarakat. Tujuan mata pelajaran
IPS dengan menambahkan aspek pengalaman belajar mencakup:
- Memahami dan merefleksikan konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan manusia dalam ruang dan waktu, meliputi bidang sosial, budaya, dan ekonomi, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengembangkan berkomunikasi, keterampilan membangkitkan berpikir kreativitas, kritis, dan berkolaborasi dalam masyarakat global melalui pengalaman belajar yang berbasis eksplorasi dan pemecahan masalah.
- Menumbuhkan komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan dengan merefleksikan pengalaman serta mengaplikasikannya dalam tindakan nyata untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
- Menunjukkan hasil pemahaman konsep pengetahuan serta mengasah keterampilan melalui karya atau aksi sosial yang bermakna sebagai bentuk penerapan dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah diperoleh.
C. Karakteristik
Karakteristik mata pelajaran IPS pada Fase D dan E
mencerminkan keterpaduan berbagai disiplin ilmu seperti
Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Antropologi dalam
memahami kehidupan manusia dalam konteks sosial, budaya, dan ekonomi. Pemahaman terhadap konsep-konsep dasar dari
berbagai disiplin ilmu ini menjadi landasan dalam menganalisis
fenomena sosial serta perubahan ruang dan waktu yang
memengaruhi kehidupan masyarakat.
Pada Fase D, pembelajaran IPS dilakukan secara terpadu,
sedangkan pada Fase E, pendekatan dapat bersifat disiplin ilmu
tersendiri melalui mata pelajaran Geografi, Ekonomi, Sosiologi,
Sejarah dan Antropologi atau dapat dilaksanakan terpadu
dengan menggunakan integrasi antardisiplin seperti pada Fase
D.
Dalam proses pembelajaran, konsep-konsep ilmu sosial
diaplikasikan melalui kajian terhadap fenomena nyata di
masyarakat. Pendekatan berbasis proyek dan diskusi tentang
problema menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan
berpikir kritis dan analitis.
Pada
Fase
E,
penerapan
pembelajaran
mendalam
memungkinkan eksplorasi isu sosial dari berbagai perspektif
ilmu sosial guna menemukan solusi yang tepat. Kegiatan
berbasis aksi sosial juga menjadi bagian dari pembelajaran
untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan
masyarakat.
Refleksi terhadap proses pembelajaran dilakukan untuk
mengevaluasi pemahaman dan efektivitas penerapan konsep
ilmu sosial dalam kehidupan nyata. Evaluasi terhadap solusi
yang dikembangkan dalam proyek menjadi bagian dari
pembelajaran yang berkelanjutan.
Kesadaran terhadap peran
dalam masyarakat serta nilai-nilai sosial yang diperoleh melalui
pembelajaran IPS membantu membentuk sikap tanggung jawab
sosial dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Terdapat dua elemen utama dalam IPS, yaitu pemahaman
konsep dan keterampilan proses.
Dalam melaksanakan
pembelajaran, keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh
dan tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPS adalah sebagai
berikut.
1. Pemahaman Konsep
Mata pelajaran IPS diawali dengan
pemahaman mendalam terhadap
materi meliputi definisi dan konsep
yang dikaitkan dengan peristiwa dan
fenomena manusia pada bidang sosial,
ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Pemahaman konsep mata pelajaran
IPS difokuskan pada materi yang akan
digunakan untuk menjawab
pertanyaan kunci sehingga perlu
direkomendasikan materi ajar yang
relevan. Elemen pemahaman konsep
mengarahkan murid untuk dapat
mendefinisikan, menafsirkan, dan
merumuskan konsep atau teori dengan
bahasa mereka sendiri. Pada elemen
ini, murid tidak hanya hafal secara
verbal, tetapi juga memahami konsep
dan konteks dari masalah atau fakta
yang ditanyakan.
2. Keterampilan Proses
Pendekatan keterampilan proses
adalah pendekatan yang fokus pada
proses belajar, aktivitas, dan
kreativitas murid dalam memperoleh
pengetahuan, nilai, dan sikap, serta
mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Keterampilan proses
dalam mata pelajaran IPS meliputi
kegiatan mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi,
mengorganisasikan, menarik
kesimpulan, mengomunikasikan,
mengevaluasi, merefleksi, dan
merencanakan projek lanjutan untuk memahami lebih dalam peristiwa dan
fenomena yang terjadi pada kehidupan
manusia. Hal ini untuk
mempersiapkan murid menjadi warga
negara yang berpartisipasi secara
cerdas dalam masyarakat yang
berkebinekaan global.
D. Capaian Pembelajaran
2. CP IPS Fase E Kelas 10 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Posting Komentar