CP Sosiologi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Daftar Isi
Capaian Pembelajaran/CP Sosiologi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
A. Rasional
Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman ras,
suku bangsa, agama, bahasa, dan tradisi. Keberagaman
merupakan ciri dari masyarakat multikultural. Masyarakat
multikultural
adalah masyarakat yang mengedepankan
kesetaraan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman
bangsa Indonesia merupakan potensi yang dapat digunakan
untuk mendorong kemajuan dan pembangunan. Semangat
kesetaraan dalam perbedaan menjadi pondasi terpenting dalam
hidup berbangsa dan bernegara. Namun, jika perbedaan
tersebut tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan
potensi konflik sosial. Dinamika konflik sosial yang terjadi
menjadi keprihatinan yang mendalam. Fenomena tersebut
membawa perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal
tersebut, jika tidak diantisipasi, mengancam persatuan dan
kesatuan bangsa.
Kemajuan teknologi mengubah dunia dengan cepat. Situasi
sosial memasuki episode masyarakat digital dengan berbagai
keunikan dan karakteristiknya. Terbentuknya masyarakat
digital menjadi sebuah tantangan kajian sosial dan budaya
karena berdampak pada perubahan sosial budaya dan interaksi
sosial. Realitas nyata berubah menjadi realitas maya. Demikian pula dalam interaksi sosial juga mengalami perubahan. Interaksi
sosial melewati batas ruang dan waktu yang didukung oleh
kemajuan teknologi informasi. Pada Era digital, beberapa
pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot, mesin, dan
kecerdasan artifisial. Namun, di sisi lain, hal tersebut membuka
inovasi baru dalam bidang digital. Untuk itu, pendidikan akan
diarahkan pada kemampuan soft skill berupa sikap kritis,
analitis, kreatif, adaptif, dan kemampuan komunikasi serta
kolaborasi. Hal ini diperlukan untuk membangun kehidupan
masa kini dan masa depan warga negara yang lebih baik di
tengah arus globalisasi dan kemajemukan masyarakat
Indonesia.
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat
dengan
segala
membentuknya,
kompleksitasnya
interaksi
sosial
dan hal-hal yang
dan
akibat
yang
ditimbulkannya, serta perilaku manusia secara kolektif. Seiring
waktu, berbagai perubahan mengakibatkan adanya dinamika
interaksi
sosial.
Dinamika dalam berinteraksi sosial
memungkinkan munculnya berbagai realitas baru dan beragam
gejala sosial-budaya yang terjadi dalam masyarakat. Di tengah
dinamika sosial yang terus berubah sangat penting bagi murid
untuk mengenal identitas diri dan lingkungan sosialnya
sehingga dapat menyikapi permasalahan dan perubahan sosial
yang timbul di masyarakat secara adaptif dan solutif. Dalam
konteks interaksi dengan dinamika kehidupan sosial yang terus
berubah, etika sosial berperan penting. Etika sosial dapat dapat
menjadi panduan nilai hidup yang dapat mencegah dan atau
meminimalisir terjadinya konflik, sehingga etika sosial mampu
membuat tatanan menjadi teratur bagi masyarakat dalam
berbangsa dan bernegara.
Mata pelajaran Sosiologi dengan pembelajaran yang berpusat
pada murid dan menerapkan pendekatan pembelajaran
mendalam berupaya membekali murid dengan kompetensi yang
sejalan dengan kebutuhan bermasyarakat dan berbudaya di
tengah arus perubahan dan globalisasi. Sehingga murid
memenuhi dimensi profil lulusan yang mampu berkontribusi
dalam membangun masyarakat yang beradab dan unggul dalam pembangunan berkelanjutan. Dimensi profil lulusan memiliki
delapan profil lulusan yaitu, (1) keimanan dan ketakwaan
kepada Tuhan YME, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4)
kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8)
komunikasi. Mata pelajaran Sosiologi di SMA memiliki
karakteristik yang erat kaitannya dengan capaian dalam dimensi
profil lulusan, sehingga pendekatan pembelajaran mendalam
sangat relevan untuk menghasilkan dimensi profil lulusan,
karena tidak hanya membahas konsep sosial secara teoretis,
tetapi juga mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam
tentang kehidupan bermasyarakat. Keimanan dan ketakwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa tercermin dalam refleksi terhadap
nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan sosial. Kewargaan
diperkuat dengan pemahaman tentang keberagaman, hak asasi
manusia, dan peran individu dalam menjaga harmoni sosial.
Penalaran kritis dikembangkan melalui analisis fenomena sosial
berbasis data dan studi kasus yang mendorong siswa untuk
mengevaluasi realitas dengan perspektif ilmiah. Kreativitas
muncul dalam eksplorasi solusi inovatif terhadap permasalahan
sosial seperti ketimpangan dan diskriminasi. Kolaborasi
dibangun melalui diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis
projek yang mengajarkan pentingnya kerja sama dalam
menyelesaikan masalah sosial. Kemandirian dikembangkan
dengan mendorong murid untuk melakukan riset sederhana dan
berpikir secara mandiri dalam memahami fenomena sosial.
Kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam
kesejahteraan sosial karena kondisi kesehatan individu sangat
mempengaruhi kapasitasnya untuk menjalani kehidupan yang
produktif, bermakna, dan bermartabat. Terakhir, komunikasi
menjadi keterampilan utama dalam Sosiologi, di mana murid
belajar menyampaikan pendapat secara logis, berbasis data, dan
dengan empati dalam diskusi sosial. Pembelajaran Sosiologi di
SMA tidak hanya membentuk wawasan akademik, tetapi juga
karakter murid agar menjadi warga negara yang kritis, inklusif,
dan bertanggung jawab.
B. Tujuan
Mata pelajaran Sosiologi bertujuan agar murid:
- memiliki kesadaran identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial di lingkungan masyarakat;
- memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial-budaya atau konflik sosial dan kekerasan di masyarakat sebagai warga negara yang bertanggung jawab;
- mampu beradaptasi dengan perubahan sosial-budaya; dan
- bekerjasama, melakukan tindakan kolektif memecahkan masalah-masalah sosial, dan membangun kehidupan bermasyarakat.
C. Karakteristik
Sosiologi
merupakan ilmu yang mempelajari tentang
masyarakat, dinamika sosial, interaksi sosial, dan segala akibat
yang ditimbulkannya. Sosiologi penting untuk dipelajari sebagai
bekal pengetahuan, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan
sehari-hari. Tumbuhnya kesadaran akan identitas diri dalam
hubungan dengan kelompok sosial dalam konteks lingkungan
masyarakat penting dikembangkan. Demikian pula, kepedulian
terhadap masalah-masalah sosial termasuk memahami konflik
sosial dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Kemampuan
murid sebagaimana ditunjukkan dalam keterampilan sosialnya
dalam menjalin kerjasama, melakukan tindakan kolektif
memecahkan masalah-masalah sosial budaya, dan membangun
kehidupan sosial sangat diharapkan.
Karakteristik mata pelajaran Sosiologi di tingkat SMA tidak
hanya berfokus pada pemahaman konseptual, tetapi juga pada
penguatan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan analisis
terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitar murid.
Karakteristik kedua mata pelajaran Sosiologi, yaitu bersifat
aplikatif. Sosiologi memiliki karakteristik aplikatif, yang berarti
ilmu ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memahami dan
menyelesaikan berbagai masalah sosial. Sosiologi digunakan
dalam analisis sosial untuk mengkaji fenomena, seperti
kemiskinan, konflik antar kelompok, dan perubahan sosial, serta berperan dalam merancang kebijakan guna mengatasi
ketimpangan dan diskriminasi. Selain itu, metode penelitian
empiris, seperti observasi dan wawancara menjadikan Sosiologi
relevan dalam memahami dinamika masyarakat. Penerapannya
juga terlihat dalam berbagai bidang pekerjaan, seperti advokasi
sosial, kebijakan publik, dan sumber daya manusia. Sosiologi
membentuk murid agar mampu melihat keterkaitan antara
individu dan struktur sosial serta menyadari peran mereka
dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan
berkeadaban.
Selain itu, karakteristik interdisipliner dalam Sosiologi
memungkinkan murid mengaitkan ilmu ini dengan bidang lain,
seperti ekonomi, politik, budaya, dan teknologi sehingga mereka
memiliki perspektif yang lebih luas dalam memahami perubahan
sosial. Pendekatan ini tidak hanya membangun kepekaan sosial,
tetapi juga membekali murid dengan keterampilan komunikasi,
kolaborasi, serta kemampuan mengambil keputusan yang
berbasis pada data dan refleksi kritis. Dengan demikian,
Sosiologi tidak hanya menjadi mata pelajaran akademik, tetapi
juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kompetensi
sosial yang esensial bagi kehidupan bermasyarakat.
Mata pelajaran Sosiologi menekankan kemampuan murid untuk
mempraktikkan pengetahuan Sosiologi dalam merespon
peristiwa kehidupan sehari-hari. Pemahaman atas pengetahuan
tersebut mewujud dalam kemampuan murid untuk berpikir
kritis, analitis, adaptif, dan kolaboratif untuk menumbuhkan
kesadaran individu dan kolektif dalam masyarakat yang
beragam. Selain itu, murid juga diharapkan memiliki kepekaan
dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan budaya.
Hal ini mencerminkan tanggung jawab murid sebagai anggota
masyarakat dan sebagai warga negara. Apalagi perubahan sosial
dan budaya terjadi secara signifikan di seluruh sektor
kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut, dapat dilihat dari
fenomena berbagai isu dan masalah sosial-budaya yang sedang
terjadi. Fenomena tersebut antara lain, revolusi teknologi,
perubahan iklim, keadilan sosial, kesetaraan gender, dan
pengaruh budaya asing. Untuk itu, diperlukan kemampuan berpikir sosiologis untuk memahami permasalahan tersebut.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Sosiologi adalah
sebagai berikut.
1. Pemahaman Konsep
Pemahaman konsep dalam mata
pelajaran Sosiologi meliputi definisi,
prinsip, prosedur, dan mekanisme
hasil dari interaksi manusia.
Pemahaman ini menekankan pada
penguasaan materi secara holistik dan
kontekstual dengan mempelajari
permasalahan sosial, upaya
penyelesaian masalah sosial
berperspektif pemberdayaan, konflik
dan integrasi sosial, prinsip
kesetaraan dalam perbedaan sosial
untuk mewujudkan masyarakat
multikultural yang terus mengalami
perubahan sosial budaya di tengah
derasnya teknologi dan globalisasi.
Kemampuan pemahaman murid tidak
hanya terlihat pada kemampuan
pemahaman, tetapi juga kemampuan
menerapkan pemahaman konsep dan
merefleksikan fenomena yang menjadi
objek kajian Sosiologi dalam praktik
kehidupan sehari-hari.
2. Keterampilan Proses
Pembelajaran Sosiologi mendorong
murid untuk memiliki kemampuan
dasar dalam meneliti, mengumpulkan,
menganalisis, menyajikan,
melaporkan, dan mengomunikasikan
hasil pembelajaran bermakna dan ber
reflektif dengan melibatkan kesadaran
kmaupun di luar kelas dengan
berbantuan teknologi, sehingga
memungkinkan memproduksi
pengetahuan baru atas objek kajian
Sosiologi.
Keterampilan proses dalam mata
pelajaran Sosiologi meliputi kegiatan
●
mengamati,
●
menanya,
●
mengumpulkan informasi,
●
mengorganisasikan,
●
menarik kesimpulan,
●
melaporkan,
●
mengomunikasikan, serta
●
merefleksikan dan merencanakan
projek kolaboratif olektif dan kesadaran intelektual
yang kritis, logis, dan solutif atas
realitas sosial baik di dalam kelas
D. Capaian Pembelajaran
CP Sosiologi Fase F Kelas 11 dan 12 SMA/MA/Program Paket C Pendekatan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1. Pemahaman Konsep
Menguasai sejumlah kompetensi, yakni murid mampu
berpikir kritis dan kreatif; melakukan kajian literasi atas
fenomena Sosiologi, menganalisis, menyajikan, melaporkan
dan mengomunikasikan hasil kajian; mampu menunjukkan
sikap berkesadaran sebagai warga yang baik, dan
menghasilkan projek inovatif atas fenomena Sosiologi dalam
bentuk digital maupun nondigital. Kompetensi tersebut
terbentuk
setelah
murid
menganalisis
berbagai
permasalahan sosial, konflik, dan integrasi sosial yang
terjadi di masyarakat; dan murid juga mampu menyusun
pemecahan masalah sosial dalam perspektif pemberdayaan,
menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial
yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat multikultural, serta menganalisis hubungan perubahan
sosial pada kelompok atau komunitas dan globalisasi.
2. Keterampilan Proses
Mengamati,
mengolah,
mendokumentasikan,
menyajikan,
mengumpulkan,
melaporkan,
dan
mengomunikasikan fenomena sosial di Indonesia dan/atau
dunia baik dari realitas sosial maupun dari media digital
sebagai respon atas perubahan yang disajikan secara logis
dan sistematis dengan pendekatan pembelajaran
mendalam; Atas pemahaman dan refleksi yang dilakukan,
murid mampu merancang projek kolaboratif yang solutif
atas masalah sosial, konflik sosial dan kekerasan akibat
perbedaan, integrasi sosial, perubahan sosial budaya, dan
hubungannya dengan globalisasi dalam pendekatan
pemberdayaan; dan hasil kerja kolaboratif dalam mengkaji
objek Sosiologi murid mampu melahirkan pengalaman
bermakna dan berkesadaran kolektif dalam membangun
masyarakat yang harmonis.

Posting Komentar